Mengisahkan kelanjutan pendidikan Alif di pesantren dan persiapan untuk meraih mimpinya ke luar negeri, di mana ia belajar tentang pentingnya visi dan aksi.
Buku ini melanjutkan cerita dari buku pertama, Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh, dan berfokus pada tokoh Bodhi, seorang anak yang dibesarkan di wihara. Novel ini mengangkat tema spiritualitas Buddhisme, gaya hidup punk, dan seni tato.
Di Jakarta, pasangan Dimas dan Reuben mendapat surel dari seseorang bernama Gio Alvarado, yang melaporkan bahwa perempuan bernama Diva Anastasia telah hilang. Diva mencantumkan alamat surel Dimas di daftar emergency. Dimas, yang tak pernah mengenal Diva secara langsung, tersadar bahwa ada misteri menarik baginya dan Reuben.
Novel ini bercerita tentang Zarah, yang memulai pencarian untuk menemukan ayahnya yang hilang, Firas. Pencariannya membawanya melalui berbagai pengalaman, mulai dari menjadi fotografer profesional hingga bertemu dengan ilmuwan dan syaman yang berkaitan dengan penelitian Firas tentang jamur psikoaktif dan dimensi spiritual lainnya.
Sebuah upacara gondang mengubah segalanya bagi Alfa. Makhluk misterius yang disebut Si Jaga Portibi tiba-tiba muncul menghantuinya. Orang-orang sakti berebut menginginkan Alfa menjadi murid mereka. Dan, yang paling mengerikan dari itu semua adalah setiap tidurnya menjadi pertaruhan nyawa. Sesuatu menunggu Alfa di alam mimpi.