Text
Mandor: Model Kepemimpinan Tradisional Jawa pada Proyek Konstruksi Era Modern
Mandor sebagai pemimpin informal tradisional masih bisa bertahan di era manajemen konstruksi modern. Keberhasilan mandor dalam kepemimpinannya, selain berlandaskan keteladanan dan manajemen yang baik, paradigma struktural fungsional, dan penghargaan terhadap hal transendental, juga sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya (filosofi) Jawa, misalnya kekeluargaan, keharmonisan, berperhatian, keteladanan, kepercayaan, pelayanan, rendah hati, murah hati, mendorong ke arah perbaikan, otoriter, waspada, serta memberikan reward dan punishment. Dengan melakukan hal tersebut, mandor bisa menghadapi pergeseran perilaku pekerja yang cenderung konsumtif dan hedonis yang dapat menurunkan loyalitas dan kinerja serta memunculkan sikap transaksional. Gaya kepemimpinan mandor yang bertahan dalam industri konstruksi modern di Indonesia tidak bisa didefinisikan menurut teori gaya kepemimpinan yang sudah ada. Gaya kepemimpinan mandor merupakan perpaduan dari beberapa gaya kepemimpinan yang didasari oleh ajaran filosofi kepemimpinan Jawa, dan dalam industri konstruksi disebut sebagai gaya kepemimpinan Jawa.
No other version available