Gendis bertekad ingin membuat buku skrap tentang Mbah Met. Untuk itu dia harus mengumpulkan segala hal tentang Mbah Met. Gendis rela membuntuti Mbah Met dari pagi sampai malam untuk mengumpulkan informasi. Namun, apa yang membuat Mbah Met spesial sehingga Gendis ingin membuat buku skrap tentangnya?
Ketika harimau menyerang Kesultanan Jambi, Abdul, si penjinak kucing, ingin menenangkannya. Namun Abdul ceroboho dan gegabah. Sultan tidak memercayainya. Setelah dua abdi istana gagal menaklukkan harimau, akhirnya Sultan mengutus Abdul ke hutan. Dapatkah Abdul menjinakkan harimau? Atau, jangan-jangan, ia gagal juga?
Tuto jatuh dan mobil-mobilannya rusak. Kia merasa bersalah karena tidak menjaga adiknya itu. Kia harus mendapatkan uang untuk membelikan Tuto mobil-mobilan baru. Caranya, ia harus menang permainan lempar kimir. Namun, permainan itu susah sekali! Akankah Kia akan memenangkannya? Bagaimana kalau mobil-mobilan merah kesukaan Tuto dibeli orang sebelum Kia punya cukup uang untuk membelinya?
Nala, gadis kecil seumuran Suri, pindah ke depan rumah Suri. Suri tidak sabar untuk bermain dengan Nala. Namun, bermain bersama tiak semudah yang diharapkan. Mengapa Suri dan Nala kesulitan ya? Apa yang harus mereka lakukan agar mereka lebih gembira?
Bili menyayangi Soli, adiknya yang albino. Ia selalu menjaga Soli ke mana pun mereka pergi. Namun, saat mengunjungi Pasola, acara tarung kuda, Soli menghilang. Bili cemas: "Bagaimana kalau Soli merasa takut? Bagaimana kalau kulit Soli terbakar matahari? Bagaimana kalau Soli tertendang kuda pacu?" Apa yang dapat Bili lakukan untuk menemukan adiknya di tengah keramian acara?
Rumah Tata mengalami banjir. Ia lalu membantu Ayah dan Ibu dengan menemani Rahil. Genangan air di dalam rumahnya makin tinggi sehingga menghanyutkan mainan kesukaan Rahil. Itu membuat Rahil, adiknya, terus menangis dan ingin mengejar mainannya. Duh, apakah Tata berhasil menenangkan Rahil di tengah rumah merek yang sedang kebanjiran?
Opin, kuda nil kecil, ingiin melakukan sesuatu yang hebat. Semua teman Opin pernah melakukan hal hebat. Sayangnya, Opin merasa tidak memiliki kehebatan apapun. Suatu hari Opin membeli sebuah kacamata seperti yang dipakai Pahlawan Super, idolanya. Apakah kacamata super itu bisa membuat Opin hebat? Berhasilkah Opin melakukan hal hebat seperti teman-temannya?
Minul ingin sekali menang saat bermain Sigug bersama temannya. Sigug permainan yang baru dan belum ada teman Minum tahu. Dengan belajar dan berlatih di rumah, Minul yakin bisa menang. Namun, belum lagi mahir, Minul diajak ke lapangan untuk sebuah permainan baru. Ternyata, teman-teman Minul juga akan bermain Sigug, bahkan ada yang sudah mahir memainkannya. Minul sangat kecewa. Apa yang bisa dila…
Lintang sering terlambat masuk sekolah karena membantu Ibu mengantar tiwul ke warung. Suatu hari dia melihat poster lomba memasak berhadiah sepeda. Wah, Lintang ingin mengikuti lomba dan memenangkan sepeda itu. Namun, dia bingung harus memasak makanan apa. Apakah Lintang dapat memenangkan lomba tersebut?
Walaupun Murai Bintik tidak bisa mendengar atau bernyanyi, dia senang berkumpul bersama burung-burung murai lainnya. Suatu hari, saat para murai sedang asyik mengumpulkan cacing, pemburu datang menangkap mereka. Ketika mengetahui Murai Bintik tidak bisa bernyanyi, pemburu datang menangkap mereka. Ketika mengetahui Murai Bintik tidak bisa bernyanyi, pemburu kemudian melepaskan Murai Bintik dan m…